Novel ringan karya penulis muda memenuhi deretan rak toko buku. Sambutan pasar luar biasa, sampai banyak buku dicetak ulang dalam waktu singkat. Otomatis royalti pun mengalir ke kantong pengarang. Benar-benar hobi yang pantas dilirik.
TeenLit alias teens literature makin akrab dengan kita. Paparan cerita ringan dengan dialog sehari-hari menjadi ciri yang mencolok. Meski kerap disebut buku cerita kelas dua, kalangan muda rebutan membacanya. Bahkan tak dimungkiri lagi buat penerbit, novel-novel ringan ini berada di jajaran terdepan penjualan buku.
Serial TeenLit yang dikeluarkan penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU) bisa menjadi contoh. Setiap judulnya diproduksi awal 10.000 eksemplar. Hebatnya dari jumlah sebanyak ini, ada novel yang baru dua minggu sudah habis dan harus cetak ulang sebanyak 15.000 kopi lagi. Sungguh fenomena besar bagi dunia baca Indonesia.
Dulu bacaan remaja semacam ini sempat populer berkat suksesnya Lupus dan serial Fear Street. Setelah itu popularitas bacaan semacam ini mulai menurun. Tapi, bukan berarti bacaan untuk remaja kosong. Menurut penerbit GPU, tanpa label TeenLit GPU lewat Meg Cabot dengan serial Princess Diary berhasil menjadi best seller selama berbulan-bulan sejak tahun 2002. Tak pelak lagi begitu buku ini laris, GPU segera memborong puluhan judul sejenis dari penerbit luar negeri. Seperti serial Mates, Dates karangan Cathy Hopkins yang judulnya lucu-lucu macam Bra Tiup, Kecupan Kosmis. Novel sejenis kemudian dirangkum dalam label TeenLit itu.
Tren baru
Cerita remaja dan ditulis oleh pengarang muda tampaknya sedang jadi tren. Ini diakui oleh Sitok Srengenge, yang novel Nothing but Love terbitan perusahaan penerbitannya, Kata Kita, dicetak ulang dalam tempo sebulan. Sitok Srengenge mengakui kalau buku Nothing but Love karya putrinya, Laire Siwi, termasuk yang paling laku. "Sejak kami berdiri Maret ini sudah menerbitkan enam judul. Yang paling laku itu cuma Laire sama Stephanie (pengarang cewek lain). Jadi, yang serius-serius enggak laku."
Fenomena meledaknya pengarang muda pun semakin terbukti karena ada buku lain terbitan Kata Kita yang penjualannya macet padahal sudah diresensi dan didiskusikan di mana-mana. Kenapa, ya? "Mungkin karena imej. Orang sudah takut kalau ini cerita sastra," ujar Sitok Srengenge. Ia juga mengakui pengaruh pengarang perempuan sangat besar. "Kita menerbitkan karya pengarang yang sudah memperoleh sekitar 30 penghargaan dan enam di antaranya juara pertama lomba cerpen, cover buku juga sudah ngepop, tapi penjualannya macet. Mungkin karena pengarangnya cowok, sudah tua, lulusan ITB, dianggapnya serius. Padahal, ceritanya ngepop dan cover-nya sudah dibikin ngepop juga."
Sementara pihak GPU memang mencanangkan tema TeenLit ini, sejak kesuksesannya mengusung tema Chicklit di tahun 2003, yang bercerita tentang kehidupan wanita kosmopolitan. Waktu itu ide ChickLit muncul karena keinginan menerbitkan buku dengan tema, seperti di dunia mode. "Karena kita punya banyak cerita wanita kosmopolitan, disepakati tema ChikLit," Istilahnya, sih, dari luar setelah suksesnya novel kayak Bridget Jones Diary itu. Tapi kita bikinkan slogan dan tag line, ’Being Single and Happy’," ujar Listiana, senior editor GPU. Kesuksesan ini menggoda GPU untuk menerbitkan tema lain yang juga menarik. "Tahun 2004, kita menentukan temanya TeenLit. Terbitnya mulai Februari, tapi launching resmi April lalu. Saat itu kita sudah punya dua pengarang lokal yang masih remaja, yaitu Dyan dan Maria Ardelia," imbuh Listiana. Mengekor kesuksesan TeenLit, penerbit lain berlomba mencari cerita ringan dari pengarang remaja. Bahkan ada yang dibubuhi tulisan di cover kalau ini Teenlit asli Indonesia.
Penulis: Nina Setyawati dan Eka Alam Sari
Entri Populer
-
by: tia (http://facebook/tiantium ) Sivia masih terpaku, shock plus panik. Sedangkan Cakka, dia menatap Sivia marah. Secepatnya Cakka ba...
-
by: tia (http://facebook/tiantium) “Kenapa lo Cak?” Alvin menegur temannya yang dengan susah payah mempertahankan buku-buku dan beberapa l...
-
by: tia (http://www.facebook.com/tiantium) satu laki-laki wajahnya dingin dan tengah sibuk mengunyah nasi yang barusan dimasukkan ke mul...
-
“Thank you ma bro, Cakka!” kata Rio senang dan langsung menyeret piring dengan mie goreng pesanannya. Cakka hanya tersenyum simpul. “Mana...
-
by : tia (http://facebook/tiantium) Ozy hanya tersenyum. “Kak SI-VI-A, kakak masih inget?” Ozy memperjelas kata-katanya, dan langsung per...
-
by: tia (http://facebook/tiantium) 5 Januari Dear, buku hitam… Mama ngasih dua buku, hitam-putih di ulang tahun gue tahun lalu. Mam...
-
Lebih menarik lagi ternyata banyak di antaranya ditulis sama orang seumuran kita. Ada Laire Siwi yang masih kelas kelas satu SMU waktu mener...
-
Novel ringan karya penulis muda memenuhi deretan rak toko buku. Sambutan pasar luar biasa, sampai banyak buku dicetak ulang dalam waktu sing...
-
Artikel-artikel tentang penulisan ini ada yang sebagian dan sepenuhnya saya ambil dari narasumber lain, demi keaslian pemilik saya cantumkan...
-
Dengan penuturan jujur dan gaya bahasa khas remaja, novel-novel ini menawarkan kisah yang dekat sama kita, tokoh-tokoh yang terasa akrab di ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Buat semu yang udah mampir di blog aku... tinggalin komentar, pesan dan pesan yah...