Dengan penuturan jujur dan gaya bahasa khas remaja, novel-novel ini menawarkan kisah yang dekat sama kita, tokoh-tokoh yang terasa akrab di hati, serta jalan keluar yang menimbulkan inspirasi dan wawasan baru. Paling enggak, kita merasa tidak sendirian melewati masalah identitas diri, perubahan fisik dan mental, hubungan dengan ortu, persahabatan, ketertarikan pada lawan jenis, kehilangan orang yang dicintai, masalah sekolah, kecemasan, dan kepercayaan diri yang kerap melanda di usia kita.
"Soalnya baca TeenLit itu enggak bikin pusing kepala, ceritanya remaja banget. Nulis-nya kayak kita ngomong sama teman," komentar Dian, siswi kelas tiga SMU Marsudirini, Bekasi, tentang kegemarannya sama buku yang satu ini.
Tema remaja pun semakin pas karena si penulis juga berusia sepantar kita dan benar- benar mengerti dunia remaja. Apalagi mereka juga sering dapat masukan dari teman- temannya. Terutama para penulis muda yang mengedarkan karyanya ke sesama teman sebelum diterbitkan ke masyarakat luas. Agatha, teman sekolah Maria Ardelia, pengarang Me versus High Heels!, berkomentar tentang novel temannya itu, "Ceritanya, tuh, bener-bener kayak beneran deh. Maksud gue kayak kehidupan kita-kita saja. Jayus lagi, kayak yang buat."
Tapi, kayaknya memang ada satu kondisi yang kemudian merangsang penulis-penulis baru. Menurut Sitok Srengenge, awalnya bisa dirunut dari novel Saman karangan Ayu Utami, disusul Dewi Lestari dan lainnya. "Meski sebelum mereka sudah ada penulis yang tidak terlalu tua dan perempuan, tapi momennya baru merebak saat itu karena penjualan yang amat dahsyat. Setelah itu muncul penulis muda lain seperti Djenar dan Fira Basuki yang mendapat publisitas cukup baik. Saya kira ini ada pengaruhnya juga. Meramaikan penulis perempuan muda dan ngepop."
Penulis novel Menggarami Burung Terbang ini juga berpendapat kalau kegairahan membaca di kalangan muda sedikit banyak dipengaruhi oleh film Ada Apa Dengan Cinta? tahun lalu. "Gara-gara buku Aku karangan Syumandjaya ditenteng-tenteng Dian Sastro di AADC? walau buku itu tidak ada ngepop-ngepopnya, tapi jadi banyak orang muda yang mungkin karena ingin mengidentifikasikan dirinya seperti tokoh di film itu," jelas Sitok Srengenge panjang lebar. Jadi, banyak di antara kita yang merasa kuper kalau enggak baca buku Aku. Sekarang, buku Aku yang berbentuk skenario, bukan novel seperti sekarang, dicetak ulang berkali-kali. Akhirnya, bisa ditebak, konsumen langsung terpengaruh. Tren membeli buku di kalangan remaja juga membaik, tambah Sitok Srengenge.
Penulis: Nina Setyawati dan Eka alam
Entri Populer
-
by: tia (http://facebook/tiantium ) Sivia masih terpaku, shock plus panik. Sedangkan Cakka, dia menatap Sivia marah. Secepatnya Cakka ba...
-
by: tia (http://facebook/tiantium) “Kenapa lo Cak?” Alvin menegur temannya yang dengan susah payah mempertahankan buku-buku dan beberapa l...
-
by: tia (http://www.facebook.com/tiantium) satu laki-laki wajahnya dingin dan tengah sibuk mengunyah nasi yang barusan dimasukkan ke mul...
-
“Thank you ma bro, Cakka!” kata Rio senang dan langsung menyeret piring dengan mie goreng pesanannya. Cakka hanya tersenyum simpul. “Mana...
-
by : tia (http://facebook/tiantium) Ozy hanya tersenyum. “Kak SI-VI-A, kakak masih inget?” Ozy memperjelas kata-katanya, dan langsung per...
-
by: tia (http://facebook/tiantium) 5 Januari Dear, buku hitam… Mama ngasih dua buku, hitam-putih di ulang tahun gue tahun lalu. Mam...
-
Lebih menarik lagi ternyata banyak di antaranya ditulis sama orang seumuran kita. Ada Laire Siwi yang masih kelas kelas satu SMU waktu mener...
-
Novel ringan karya penulis muda memenuhi deretan rak toko buku. Sambutan pasar luar biasa, sampai banyak buku dicetak ulang dalam waktu sing...
-
Artikel-artikel tentang penulisan ini ada yang sebagian dan sepenuhnya saya ambil dari narasumber lain, demi keaslian pemilik saya cantumkan...
-
Dengan penuturan jujur dan gaya bahasa khas remaja, novel-novel ini menawarkan kisah yang dekat sama kita, tokoh-tokoh yang terasa akrab di ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Buat semu yang udah mampir di blog aku... tinggalin komentar, pesan dan pesan yah...